Review Kuliner : Nasi Goreng Pak Kumis Jl Fatmawati Semarang

Jpeg

Nasi Goreng Pak Kumis

Berlokasi di kawasan Timur Kota Semarang, sekitar 100 meter dari POM Bensin Ketileng, tepatnya di Jalan Fatmawati, berhadapan persis di seberang gerbang perumahan Sinar Waluyo, Nasi Goreng Pak Kumis menjadi tempat wajib yang harus dikunjungi bagi penggemar nasi goreng babat khas Semarang.

Setidaknya ada beberapa menu yang ditawarkan, diantaranya adalah Nasi Goreng Babat, Babat Gongso, Nasi Goreng Ayam, dan sejumlah menu minuman pendamping, seperti Es Teh Manis atau Es Jeruk. Diantara menu tersebut, saya sudah mencoba semuanya, dan juaranya tetap saja Nasi Goreng Babat Iso nya!

Datang tadi malam sekitar jam 9 malam, setelah lembur pekerjaan dari Kampus UNNES. Menempuh jarak 23 Km dari Unnes ke kawasan Ketileng (untung deket rumah!), ditambah saya melewatkan makan siang dan makan malam, membuat saya akhirnya memutuskan untuk mampir di Nasi Goreng Pak Kumis. Siapa tahu masih ada, pikir saya.

Saya cukup beruntung, malam itu, Nasi Goreng masih ada. Antrian panjang yang biasanya saya temui, ternyata menyisakan dua orang pengunjung. Segera saya pesan satu porsi Nasi Goreng Babat dan satu gelas es teh manis. Setelah menunggu sekitar 15 menit, datang juga pesanan saya, lengkap dengan segelas es teh manis ukuran sedang.

Sepintas, porsi nasi goreng ini, sama dengan porsi nasi goreng pada umumnya, tapi ternyata setelah dibongkar, wuiih,,babat iso nya mulai bermunculan, dan porsi nasinya, cukup membuat saya kenyang sekali.

Sendokan pertama yang saya rasakan, ada sensasi rasa manis dan gurih yang cukup dominan di nasi nya, Tapi sejurus kemudian saya cukup terkejut, ada serangan mendadak dari potongan babat iso yang menyelundup ke dalam mulut saya, rasa enak itu, tiba tiba, pecah banget!

Potongan babat iso itu, seakan lumer, menyatu lembut sekali di lidah, membuat saya terpaksa harus mengakui, nasi goreng yang satu ini, mak nyuss banget! Komposisi potongan babat yang pas, dikombinasi dengan rasa manis dan gurih dari nasinya, menjadikan nasi goreng ini menjadi salah satu masakan yang nyaris sempurna!

Barangkali satu satunya hal yang menghalangi kesempurnaannya adalah fakta bahwa makan nasi goreng babat secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan anda. Selain itu, hmmm. Enak enak enak!!

Hidangan di piring, menjadi makin lengkap dengan lalapan kol dan timun, dan opsi pete (sesuai ketersediaan). Selain itu, segelas es teh manis yang mendampingi menjadikan user experience pengunjung makin lengkap.

Setelah usai, giliran harga yang berbicara. Untuk menu satu piring nasi goreng babat dibandrol dengan harga Rp.15.000,- dan es teh manis Rp.2000, total general saya menghabiskan Rp.17.000,-. Sebuah harga yang menurut saya masih masuk akal dan relatif murah, untuk sepiring nasi goreng dengan porsi sedang cenderung banyak, sekaligus memiliki rasa yang sangat istimewa.

Kesimpulan, Nasi Goreng Pak Kumis yang berlokasi di Jalan Fatmawati Semarang, ini mendapat nilai yang istimewa. Kualitas rasa dan porsi sebanding dengan harga yang ditawarkan. Nasi goreng ini, cocok bagi penyuka nasi goreng babat khas Semarang yang menggemari rasa manis dan gurih, dan tidak terlalu kering. Buka dari jam 5 sore sampai jam 9 malam, membuat Nasi Goreng ini, lebih cocok untuk dijadikan menu makan malam. Sementara dengan harga yang sangat bersahabat dengan kantong, ditambah tempat makan yang bersih, pelayanan yang ramah, dan nasi goreng istimewa, saya simpulkan Nasi Goreng Pak Kumis ini, sangat direkomendasikan!

Tetep sehat, tetap semangat, agar bisa terus berkarya bagi sesama!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas