Selamat Jalan, Pak Raden!

pakradenAkhir pekan lalu, saya dikejutkan dengan berita singkat di media sosial, tentang meninggalnya Pak Raden, pencipta karakter Unyil, pada Jumat, 30 Oktober 2015 karena radang paru paru. Sekali lagi, bangsa ini kehilangan sosok seniman, yang mampu menterjemahkan nilai ke-Indonesia-an kedalam sebuah pop-culture, melalui karyanya, Si Unyil.

Saat ini, siapapun yang mempunyai kenangan tentang Unyil yang dtayangkan tiap Minggu pagi di TVRI, pasti setuju jika tayangan ini sangat mengibur sekaligus mendidik. Diproduksi oleh PPFN (Perum Produksi Film Negara), Unyil menjadi tontonan wajib anak-anak kala itu. Tercatat Unyil pertama mengudara mulai 5 April 1982 sampai dengan 1993 di TVRI, lantas sempat pindah ke RCTI (2002-203) dan TPI, yang sekarang berubah nama menjadi MNC TV (2003).

Meskipun tidak banyak yang tahu, pencipta Unyil, Suyadi atau masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Pak Raden, pernah bercerita kepada media, mengapa menciptakan sosok Unyil dengan hidung yang pesek, kulit sawo matang, berbaju koko, bersarung dan berpeci.

“Supaya terlihat Indonesia, kasih saja Peci. Kasih baju koko, selempang sarung. Supaya orang jangan mengira ini anak Filipina, anak Myanmar, atau anak mana. Kalau peci, sarung itu pasti Indonesia” kata Suyadi.

Suyadi menambahkan “Unyil tuh anak Indonesia. Dia enggak boleh mancung. Dia enggak boleh putih. Harus sawo matang. Raut mukanya harus Indonesia. Jangan mirip indo-indo. Itu dari visual bentuknya”

Unyil tidak pernah sendirian, dan pasti kalian sudah kenal dengan teman teman Unyil kan? Sebut saja Pak Ogah dan Pak Ableh, dua orang yang kalau diminta tolong pasti bilang “Ogah, ahh” atau “Cepek dulu dong”; Mbok Bariyah, penjual rujak keliling asal Madura, Trio Unyil, Ucrit , Usro, dan tentu saja Pak Raden. Ada yang masih ingat lainnya?

Indonesia banget, menghibur sekaligus mendidik.
Selamat Jalan, Pak Raden, karya mu tetap selalu dikenang dan akan selalu menjadi warisan budaya yang tak terlupakan!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas