Butuh Edukasi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Maraknya fenomena swafoto atau lebih dikenal dengan selfie, menjadi pendorong munculnya beberapa lokasi yang dianggap sesuai untuk aktivitas ini. Sebut saja munculnya Kampung Pelangi di kawasan Wonosari, Kota Semarang.

Wilayah yang dulunya dikenal sebagai pemukiman ‘kumuh’ itu, dengan bantuan pendanaan dan inisiasi awal oleh PemKot Semarang, sekarang telah menjelma menjadi kawasan yang wajib dikunjungi para penggemar swafoto.

Dengan dukungan media, baik dalam maupun luar negeri, masyarakat yang tinggal di Kampung Pelangi secara bertahap mulai merasakan peningkatan kesejahteraan sebagai dampak makin maraknya kunjungan.
Mulai dari pengelolaan tiket, parkir, hingga menjual makanan dan minuman di sekitar kawasan juga dinilai mampu menjadi penggerak perekonomian setempat.

Tentu saja, dukungan konsep dan pendanaan dari para pemangku kepentingan, tidak cukup permulaan saja. Masyarakat juga harus mendapat edukasi yang tepat, khususnya tentang bagaimana mengelola kawasan wisata.

Hal itu penting agar kawasan wisata baru ini tidak menemui titik antiklimaks, di mana orang yang datang dengan harapan tinggi untuk mendapatkan spot foto yang baik, justru kecewa hanya karena ketidaktahuan masyarakat dalam mengelola objek wisata.

Usaha lain yang dapat dilakukan untuk menambah minat pengunjung sekaligus untuk menambah nilai ekonomis sebuah kawasan swafoto adalah dengan menyediakan pernak-pernik pendukung.

Sebut saja persewaan baju daerah, persewaan aksesoris unik, hingga spot tulisan penanda landmark bisa menambah daya tarik kawasan swafoto.

Sementara itu, agar tempat wisata swafoto tetap menjadi incaran pengunjung, para pemangku kepentingan, baik warga setempat dan pemerintah, juga harus mampu memberikan kebaharuan atau inovasi secara berkala.

Hal itu juga terkait dengan kesadaran bahwa untuk tetap menjadi pilihan pertama, tidak cukup mengandalkan tampilan itu-itu saja. Sehingga, diperlukan anggaran khusus, baik yang bersumber dari pemerintah atau sumber lain, untuk selalu merawat sekaligus memperbarui tampilan visualnya.

Dengan berbagai hal tersebut, yang dapat dilakukan untuk meningkatkan popularitas adalah dengan mengundang secara berkala tokoh/artis media sosial yang terbukti punya pengaruh cukup signifikan.
Tawarkan juga sejumlah lokasi swafoto yang ada di Jateng untuk menjadi kawasan vlogging atau sekedar foto latar belakang di media sosial mereka.

Selain itu, undang juga sineas perfilman untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi syuting, atau setidaknya bisa digelar acara rutin yang menarik pengunjung untuk datang, seperti konser musik atau sejenisnya.

Melalui media teknologi informasi, tidak memerlukan waktu lama bagi sebuah kawasan untuk menjadi tren swafoto, hingga akan dibanjiri banyak pengunjung.

Hal itu jika mampu ditangkap dengan benar, dipastikan tidak hanya akan mampu menambah pendapatan, tapi juga akan menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut. (tribunjateng/cetak/lipsus)

*Artikel ini telah terbit di Tribun Jateng edisi cetak Hari Senin tanggal 28 Mei 2018 dengan Judul Butuh Edukasi.

**Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Butuh Edukasi dan Pembaruan Jangan Begitu-begitu Saja, http://jateng.tribunnews.com/2018/05/28/butuh-edukasi-dan-pembaruan-jangan-begitu-begitu-saja.

Editor: iswidodo

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas