Kuliner Review : Nasi Goreng Pak Taman

Jpeg

Nasi Goreng Pak Taman Stadion

Usai melepas PKL Mahasiswa di sebuah perusahaan Valas di bilangan Simpanglima Semarang, siang ini, saya mencoba mencari menu rehat siang yang agak berbeda. Sedikit berputar menyusuri Kampung Kali, dan berbelok arah ke arah Stadion Diponegoro, tiba tiba mata tertuju pada pojok warung sederhana yang didominasi warna coklat, dengan Banner warna kuning mencolok, dan tertulis di sana dengan tulisan merah yang cukup besar, Nasi Goreng Pak Taman.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba, sudah cukup lama tidak melahap nasi goreng babat khas Semarang, akhirnya membulatkan tekad untuk mampir, mumpung belum terlalu ramai pengunjung.

Ada 3 varian yang ditawarkan, Nasi Goreng Ayam, Nasi Goeng Babat, dan Nasi Goreng Babat Campur. Varian terakhir akhirnya menjadi pilihan makan siang hari ini.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, tersaji juga yang ditunggu, sepiring Nasi Goreng Babat Campur dan sepiring kecil acar, dan pesanan Es Teh Manis, sudah tersaji di meja dan siap santap.

Secara umum, Nasi Goreng Pak Taman, mempunyai cita rasa yang relatif manis, begitu pula dengan acar nya. Untuk tingkat kepedasan sedang, level pedas Nasi Goreng ini relatif pas untuk selera saya. Tersaji dalam piring putih yang dilapisi dengan sepincuk daun pisang, membuat cita rasa Nasgor ini makin kuat. Namun, bagi penggemar Nasi Goreng dengan porsi yang besar, bersiaplah untuk kecewa, karena porsinya relatif cukup ringan, tidak sebanyak yang saya bayangkan. Untuk babat nya, sangat empuk, sedikit berminyak, tapi mempunyai cita rasa yang khas, sebagaimana Nasi Goreng  Babat khas Semarang pada umumnya.

Setelah selesai, giliran harga yang berbicara, untuk sepiring Nasi Goreng Babat Campur Iso dan segelas Es Teh Manis, saya menghabiskan Rp.27.000,- , sebuah harga yang lumayan mahal  untuk ukuran Nasi Goreng di Semarang.

Kesimpulan, Nasi Goreng Pak Taman, yang buka di sisi kiri Stadion Diponegoro, setiap hari mulai jam 7 pagi – 4 sore ini, cocok bagi Anda yang suka Nasi Goreng Semarangan, penggemar makanan manis dan gurih, bukan penggemar porsi besar, dan rela membayar sedikit lebih mahal untuk sepiring Nasi Goreng khas Semarang.

Tetap Sehat, Tetap Semangat, Agar bisa terus Berkarya dan Bermanfaat bagi Sesama!

 

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas