Bumi Memang (sudah) Datar!

Akhir pekan ini, saya menonton sebuah acara bertajuk Uncencored with Michael Ware, seorang veteran jurnalis perang yang bertugas kembali untuk National Geographic. Kali ini, entah apa yang ada di pikiran para editor, tapi Ware ditugaskan untuk meliput Fasion, sebuah dunia yang sangat berbeda dalam liputannya. Jika biasanya Ware bertugas untuk meliput kisah revolusi dibalik perang di Iraq, dan Afganistan, maka kali ini Ware akan meliput bagaimana fashion mengalami revolusi, salah satunya melalui media sosial.

“Fashion tidak pernah mengalami hal seaneh ini sebelumnya” ungkap salah satu legenda hidup fasion.

Melalui perjalannya mengungkap makna dari fasion, dari Kanye West hingga nama nama baru yang hanya bertahan satu musim saja, hingga hadirnya para blogger yang menjadikan majalah mode, Vouge, seperti dinosaurus yang berjalan begitu lamban.

“Semuanya berubah, hanya dalam satu generasi saja” ungkap salah satu desainer.

Munculnya Snapchat, IG Story, dan Facebook, mendorong selebriti berada di posisi yang lebih penting saat ini. Dunia industri mengerti itu, meski tertatih memahaminya, selapis demi selapis. Kesuksesan hanya menjadi selembar kisah yang dibatasi oleh ulasan blogger dan kritikus fasion. Dan itu terjadi dalam real time. Tidak ada delay, tidak ada jeda. Industri menjadi begitu kejam tanpa ampun, sekaligus menjadi kesempatan sempurna bagi pemain baru untuk masuk ke indutri bernilai trilyunan dolar itu.

Selebriti dunia macam Kardasian dan West, dengan jutaan follower di Instagram, juga mengubah industri ini terjebak dalam dua kutub yang sangat berbeda, yaitu komersial dan seni.

Sementara itu, dengan kemunculan media sosial, akan semakin memunculkan selebriti di dunianya sendiri. Industri kini terus bergerak, menuju sesuatu yang barangkali lebih tepat disebut sebagai revolusi.

Sementara dengan fasion, seorang blogger mendiskripsikan, seseorang tidak lagi mencerminkan kepribadian mereka sendiri, tapi lebih menjadi menodrong sebuah batasan untuk menjadi orang lain, menutupi kelemahan dan kekosongan dalam jiwa manusia.

“Fasion, seakan menjadi baru zirah, di dunia modern saat ini” kata Michael Ware.

Setidaknya, setelah melihat program ini, saya makin menyadari, dunia memang sudah berubah, dan siapapun akan tersesat di dalamnya. Semata menyadari karena saat ini, tidak pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada manual atau buku petunjuk dalam menghadapi sistuas atau perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jadi satu satunya hal yang bisa dilakukan, adalah terus berjalan, dan melakukan inovasi terbaik, memperbaiki diri dengan baik dan bersungguh sungguh, sembari terus berdoa, semoga kita bukan menjadi bagian orang orang yang tersesat di tengah lebatnya belantara digital dan perubahan dunia yang makin tak bisa dipahami ini, bahkan bagi generasi Y sekalipun.

Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa dengan teknologi dunia memang (sudah ) datar, jarak dan waktu menjadi tidak relevan, dan tidak ada satupun orang di dunia ini yang tahu, kemana perubahan ini akan bergulir.

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas